RINGKASAN BIOGRAFI DAN SEJARAH BERDIRI

Riwayat Otentik asal-usul 

Perguruan Silat Nasional
Perisai Putih





Ringkasan Sejarah PSN Perisai Putih,
dari BUKU yang ditulis oleh Bapak R.A.Boestami Barasoebrata

 

 

<<<  Penyusun : Soeprijanto  >>>
(salah satu murid langsung Bpk. Boestami / Guru Besar PSN PP, tahun 1985-1987 di Surabaya)

 

 

 Siapakah Bapak R Achmad Boestami Barasoebrata ?

Beliau adalah anak ke 3 (dari 9 orang bersaudara) yang lahir pada tgl 4 Desember 1939, di Sumenep.

Ayahnya bernama : R. MOHAMMAD AHMADIYAH SASTROSUBROTO

Dan Ibunya bernama BARRATUTTAKIYAH

Cuplikan perjalanan (belajar & mengajar pencak silat) beliau adalah sbb :

Berawal dari tekadnya untuk mempelajari permainan pencak silat tangan kosong  maka pada usianya sekitar 11 tahun beliau mengenal pencak silat dan mulai ikut berlatih , yaitu di kampung KAPANJIN (di Sumenep – Madura) yang diasuh langsung oleh kakeknya.

Kakeknya itu bernama K.H. Abdus Salam atau yang dikenal dengan sebutan Ki Lamet.

Pencak silat tersebut ketika itu dikenal dengan sebutan : MANCAK KAPANJINAN atau Pencak Aliran Kapanjin.

 

Pada tahun 1953 (usianya skitar 14 tahun) beliau ikut pindah orangtuanya ke kota Surabaya , beralamat di Jl.Kalibutuh no.27 B. Kemudian kegiatan belajar silatnya berlanjut dengan bimbingan pamannya (R.A.Tirtoadmojo) di Jl.Anjasmoro Surabaya, melalui gemblengan lebih keras dan pelajaran-pelajaran sangat berat terutama latihan-latihan fisik.

Pada tahun 1956 , beliau masuk perkumpulan Judo di Surabaya bernama PERYUSA, dan memasuki pula perkumpulan Judo di Jl.Kapasari 115 Surabaya. Lalu beliau mengakhiri/ berhenti berlatih Yudo pada tahun 1963 dengan predikat “Dan II”.     Beliau sempat juga belajar beladiri karate (pengajarnya bernama Djabari) atas perantara / fasilitas dari pamannya (Tirtoadmojo).

Pada suatu hari beliau diberi nasehat oleh pamannya (Tirtoadmojo) tentang berbagai hal berkenaan dengan ilmu pencak silat secara luas termasuk perlunya belajar kepada beberapa orang guru silat.

Lalu beliau mulai belajar kepada pendekar silat ternama seperti :
- Bpk. S. Darmohimardjo (Setia Hati Winongo / S.H.Winongo)
- Bpk. R. Abd. Rokim (dikenal sebutan pak Dulrokim)
- Bpk. Sutikno (guru silat aliran Cimande, murid dari kyai Achmad Sedayu).

Beliau sempat juga bergabung dengan perkumpulan silat SEHATI , yang waktu itu bertempat di Jl.Genteng kali 33 Surabaya , dengan pimpinannya Bpk. M. Ng. Winoto.

Pada tahun 1962 , beliau sempat belajar ke perguruan silat “Persaudaraan SHT” melaui suatu proses persetujuan yang cukup panjang dan sangat berat (secara fisik dan batin). Kemudian beliau mulai berlatih dengan seorang pendekar  Persaudaraan SHT  yang bernama : Bpk. Darsono.

Hal ini berlangsung terus (disamping beliau sbg pelatih di Perkumpulan silat SEHATI) hingga akhirnya pak Boestami harus memilih untuk meninggalkan Persaudaraan SHT , dan tetap bergabung dengan Perkumpulan silat SEHATI.

Pada bulan Pebruari 1962 , beliau sempat bertugas di Irian Barat sebagai anggota tentara sukarelawan Trikora hingga kira-kira bulan Nopember 1962. Dalam tugas negara tsb beliau sempat pula berguru kepada pendekar silat aliran BUGIS , yang bernama Daeng Lapaza. Kegiatan berguru ini dapat diselesaikannya skitar 7 bulan.

Sepulang dari tugas negara tsb kemudian beliau melatih silat kembali, tetapi karena suatu hal maka tempatnya pindah ke Jl.Kawi no.25 dan pindah lagi ke gudang lapangan THOR. Lalu pindah lagi ke Mater Amabilis  di Jl.Teratai Surabaya.

Beliau sempat juga membuka latihan di rumahnya, juga tempat latihan (bersifat privat) di jl.Simpang Pojok 15 Surabaya, serta latihan (SEHATI) di Tegalsari Surabaya.

Pada tahun 1963 , beliau (saat itu sbg Ketua Kedalam PS.Sehati) sempat mengikuti pertemuan “menegangkan” antara PS.Sehati dengan PS.Perisai Diri  sehubungan adanya salah satu murid Perisai Diri yang mengalami cidera ketika latihan sabung bebas pada kegiatan latihan di PS.Sehati , yang berakibat hubungan kedua perguruan silat tsb menjadi “tidak harmonis lagi” pada waktu itu hingga berkepanjangan.

Pada tahun 1964 , beliau pernah menjadi anggota Juri “pertandingan silat kembangan dan pasangan” untuk seluruh Kotamadya Surabaya diadakan digedung bioskop THR. Beberapa anggota Dewan juri saat itu adalah :
- Bpk Dulrokim (R. Abd. Rokim)
- Bpk Winoto
- Bpk Mondo Satrio
- Bpk Boestami (beliau pendiri PSN.PP)
- Bpk Darmohimardjo

 

Pada tahun 1964 ini pula beliau juga aktif memberikan latihan bersifat privat, ditempat latihan khusus (diluar kegiatan latihan Perkumpulan silat SEHATI). Pelajaran yang diberikan tidak hanya ilmu pencak silat tetapi juga diajarkan pelajaran Judo/ Jiu jitsu, dan Karate (didampingi Bpk. Djabari).

Beberapa murid beliau saat itu diantaranya : Koesnan, Henry Soekandar, Marwi Sandik, Normansyah, Lian Gian Gie, Karyono, Himantoro, Roy Edward Kairupan, Rudy Jos, Cholig, Darsono.

Beliau juga melatih di KOSEKHANNUD II di Kenjeran dan di DODIK PARLA Gunung Sari , kota Surabaya.

 

Setelah terjadinya pemberontakan G.30 S / PKI (tahun 1965) , semua kegiatan menjadi lesu  tidak terkecuali kegiatan latihan olahraga pencak silat.

 

Pada tahun 1966 , beliau membuka suatu tempat latihan di Balai RW kampung Kalibutuh Timur – Gang Lebar  dengan peminat dari para pemuda setempat maupun pemuda dari luar kampung Kalibutuh. Diantara murid-murid beliau saat itu adalah Roy Edward Kaerupan, Himantoro, Karyono.

Kemudian pada pertengahan tahun 1966 datang menghadap pak Boestam  salah seorang murid privat beliau, untuk minta agar beliau membentuk suatu wadah ilmu beladiri pencak silat yang mencakup keseluruhan unsur beladiri yang ada dengan tidak lepas dari induknya yang bernama Pencak Silat – yakni silat nasional. Beberapa siswa beliau sangat mendesak agar aktif kembali membina anak-anak didik yang sudah lama tidak berlatih, diantaranya : S.Himantoro dan F.X.Siswadi.

Akhirnya…. Dengan segala pertimbangan yang matang (setelah beberapa hari) pak Boestam mencetuskan wadah baru itu dengan nama :

Sekolah Beladiri Tanpa Senjata Yiusika Perisai Putih,
yang berdiri dengan resmi pada tanggal 1 Januari 1967 berpusat di Surabaya.

Titik tolak perkembangannya dimulai dari ASEMJAJAR (di balai RW Asemjajar) atas bantuan bpk. Kapten Soeparman. Saat itu orang-orang yang membantu pak Boestam diantaranya :
- Bpk. Himantoro
- Bpk. Herman Sugito
- Bpk. F.X.Siswadi (yang diperintah pak Boestam untuk membuat lambang Perisai Putih)

 

Pada th. 1971  “Perguruan Silat Yiusika Perisai Putih” memasuki ibukota Jakarta, di daerah Pasar Ikan – Jakarta Utara (dibawa dan diperkenalkan oleh S.Himantoro dan Joni Heru Riono) , dengan Ketua Umumnya saat itu Bp. A.W.Maramis. Dan tempat latihan pertama Perisai Putih di Jakarta adalah bertempat di Komsekto 722 Penjaringan – Jakarta Utara (mulai tgl 16 Agustus 1971 , yang saat itu komandannya dipegang Bpk. AKBP Drs.Soetedjo).

Pada tahun 1973 , pak Boestami memberikan mandat kepada muridnya (bernama Slamet Mursidi) sebagai pelatih Kalimantan Timur , dengan ketua umumnya : Bp. Alif Bangsawan.

Pada tahun ini (1973) Perisai Putih telah tersebar ke wilayah Republik Indonesia, diantaranya di bawah ini dengan Ketua Umum sebagai berikut :

  1. Kalimantan Timur : Bpk. Alief Bangsawan 
  2. Kalimantan Selatan : Bpk. Habib Marsudi 
  3. Sumatra Utara : Bpk. Hasan Maksum 
  4. Sulawesi Utara : Bpk. Untung Alkatiri 
  5. Sulawesi Selatan : Bpk. Iskak Daeng Limpe 
  6. Jawa Barat Bpk. Imam Saknu 
  7. Jawa Tengah : Bpk. F.X. Siswadi 
  8. DKI Jakarta : Bpk. A.W.Maramis

 

Perguruan silat ini yang awalnya bernama Sekolah Beladiri Tanpa Senjata YIUSIKA  PERISAI PUTIH” , lalu karena suatu hal (bersamaan adanya Kongres PB IPSI ke IV , tahun 1973) akhirnya namanya diubah menjadi : Sekolah Beladiri Tanpa Senjata PERISAI PUTIH”.

Kemudian setelah itu hingga sekarang, nama perguruan silat ini menjadi :

Perguruan SIlat Nasional PERISAI PUTIH.

Pada tahun 1977 , Perisai Putih meluas lagi ke daerah Banda Aceh dan sekitarnya, dengan Ketua Umum Bpk. Drs. Soewarno Candra.
P
ada tahun 1981 , Perisai Putih memberikan mandat kepada Bpk. Drs. Soekri Madjid untuk membuka cabang latihan di daerah Sulawesi Tenggara.

 

<< diringkas dari Buku “Pengalaman Guru besar R.A. Boestam B. & Kisah berdirinya PSN Perisai Putih >>


Demikian seterusnya …. Perjalanan perkembangan PSN Perisai Putih makin tumbuh hingga ke daerah lainnya , sampai ke beberapa Negara (seperti German dan Belanda serta negara lainnya).

 

===(selesai)===

 

KESIMPULAN :

 

Sejarah berdirinya  Perguruan Silat Nasional PERISAI PUTIH  (PSN PP) secara otentik telah ada sejak bapak R.A. Boestami B. (sebagai pendirinya / guru besar PSN PP) masih hidup , yang berupa buku (*1) - yang dibuat langsung oleh beliau sendiri  selaku penulisnya.

 

Beberapa hal yang perlu digaris bawahi & selalu di ingat oleh para pesilat PSN Perisai Putih :

 

  • Perguruan Silat Nasional PERISAI PUTIH (yang disingkat dengan PSN PERISAI PUTIH) adalah suatu perguruan silat yang berpusat di kota Surabaya – Jawa Timur – Indonesia , yang berdiri secara resmi pada tanggal : 1 Januari 1967  di kota Surabaya oleh pendirinya yaitu :

Bpk. R.Achmad Boestami Barasoebrata.

 

  • Pada awal berdirinya  perguruan ini diberi nama Sekolah Beladiri Tanpa Senjata YIUSIKA  PERISAI PUTIH”  , lalu karena suatu hal (pada Kongres PB IPSI ke IV) namanya diubah menjadi : Sekolah Beladiri Tanpa Senjata PERISAI PUTIH”.

Kemudian pada akhirnya sekarang nama perguruan ini menjadi :

 

“ Perguruan Silat Nasional  PERISAI PUTIH ”

 

  • Pada tahun 1973 , oleh IPSI (Ikatan Pencak SIlat Indonesia) perguruan PERISAI PUTIH ini ditetapkan secara resmi sebagai anggota IPSI Pusat dan disebut pula sebagai “Salah satu Top Organisasi IPSI”  melalui keputusan pada Kongres IPSI ke IV tahun 1973 di kota Jakarta.

 

Kemudian oleh IPSI Pusat  dinyatakan pula PSN Perisai Putih sebagai perguruan silat nasional yang termasuk kedalam kelompok “10 (sepuluh) Perguruan Historis”.

 

  • Guru Besar PSN Perisai Putih ( R.A. Boestami Barasoebrata ) yang lahir pada tgl. 4 Desember 1939 di Sumenep – Madura , telah berpulang ke rahmatulloh / wafat pada tgl. 27 Desember 1987 di kota Surabaya – Jawa Timur (dalam usia 48 tahun) dan dimakamkan di TPU Balongsari – Tandes  kota Surabaya.

 

  • Bapak R.A. Boestami Barasoebrata selaku Guru Besar PSN Perisai Putih berhasil menyusun & menetapkan tentang Garis Besar Sistem Pelajaran PSN Perisai Putih yang lengkap dan terpadu, terdistribusi secara sistematis kedalam 10 tingkatan yang ada di PSN Perisai Putih.

 

  • PSN Perisai Putih adalah perguruan silat yang punya andil besar dalam mensupport PB IPSI, punya asal-usul yang jelas & khas, punya tatanan & mekanisme perguruan yang tertib, punya khasanah keilmuan yang lengkap & bernilai luhur beserta aset-aset perguruannya, dan punya juga banyak murid yang tersebar diberbagai kota di Indonesia dengan berbagai potensinya. 

 

 

(*1) Berikut ini copi dari COVER buku yang tersebut diatas, dibuat oleh Bpk. R.A.Boestam :

 

 

 

Dan berikut ini adalah KATA PENGANTAR dalam buku tersebut (oleh Bpk. R.A.Boestam) :

 

 

 

 

Catatan histori tentang nama-nama yang pernah dipakai sebelum akhirnya bernama “Perguruan Silat Nasional PERISAI PUTIH” :

  1. Sekolah Beladiri Tanpa Senjata Yiusika Perisai Putih,
  2. a). Sekolah Beladiri Tanpa Senjata Perisai Putih,
    b). TRISULA,
  3. Perguruan Silat Nasional PERISAI PUTIH